Mustika Web

Jumat, 08 Juni 2012

Deho Sebagai Pengamis Umpan

Deho sebagai Pengamis Umpan Mancing Ikan Mas

By : Gonday

Deho sebagai Pengamis Umpan Mancing Ikan Mas
Deho sebagai Pengamis Umpan Mancing Ikan Mas
Para mancing mania tentu sudah maklum, bahwa memancing ikan mas merupakan hal yang sangat menantang, ya... saya katakan menantang karena banyak hal yang harus kita persiapkan sebelum turun ke empang. Persiapan tersebut diantaranya adalah :
1. Pengetahuan mengenai empang, warna air (hijau pekat, hijau muda, coklat dll).
    lapak yang bagus dan yang mati.
2. Pengetahuan mengenai Umpan Mancing Ikan Mas yang cocok di empang tersebut (biasanya kita baru tahu setelah beberapa kali mencoba dengan umpan yang kita pakai).
3. Pengetahuan mengenai jenis ikan mas yang diturunkan (ikan jenis panjang biasanya cara makannya kumbul langsung tenggelam sedangkan ikan jenis pendek bulat cara makannya ngetrik/ kumbul naik turun berkali-kali).
4. Kondisi terakhir, apakah ikan makannya bagus atau jelek (susah makan/ ikan main di setengah air).
Dan persiapan-persiapan lainnya yang perlu dilakukan agar kita mendapatkan hasil yang maksimal. Tapi saya tidak secara khusus membahas tentang persiapan-persiapan tersebut, karena yang ingin saya share disini adalah "Deho sebagai Pengamis Umpan". Seperti yang juga kita ketahui bahwa pada umumnya aroma Umpan Mancing Ikan Mas terdiri dari beberapa aroma, diantaranya adalah :
1. Aroma amis, yang bisa didapatkan dari Deho (ikan tuna dalam kaleng), Cue/ pindang (salem, tongkol dll), Ikan tenggiri, ikan pisang-pisangan dll.
2. Aroma wangi, bisa didapatkan dari wangi daun pandan, batang sereh, jagung dll.
3. Aroma amis wangi, kombinasi antara kedua aroma di atas.
4. Aroma netral, pada umpan ini biasanya aroma amis atau wanginya tidak menyengat/ lembut dan polos.
Sebagai salah satu alternatif untuk memberikan aroma amis pada Umpan Mancing Ikan Mas maka Deho menurut saya, sangat direkomendasikan untuk digunakan terutama untuk mancing lomba, karena Deho memiliki beberapa keunggulan dibanding alternatif lainnya, seperti ; warna ikan tunanya dominan putih (karena yang coklatnya pahit),  tekstur ikannya lembut dan mudah dihancurkan, aromanya pas, dan kalau ada sisanya jangan dibuang karena aman dikonsumsi dan halal pula.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar